Materi dan Informasi silahkan kutip jika materi dari blog ini bermanfaat bagi anda dan jangan lupa sertakan sumbernya

WAKTU

14 June, 2020

Makalah Pranata Sosial

 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
 Pranata Sosial (social institution) merupakan sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan anggota masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok manusia.
Menutut Harry M. Johnson, pranata sosial adalah seperangkat aturan yang telah melembaga dan memenuhi kriteria sebagai berikut.
1.         Diterima oleh sebagian anggota masyarakat.
2.         Diterima dan ditanggapi secara konsekuen.
3.         Diwajibkan dan terdapt sanksi bagi pelanggarnya.
Setiap pranata sosial diciptakan untuk mengatur dan membatasi tingkah laku anggota masyarakat agar dapat tertib, aman dan damai.
Tanpa pranata sosial manusia tidak dapat melakukan aktivitas hidupnya. Hal ini disebabkan karena melalui pranata sosial tercipta keamanan, ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat yang memudahkan anggotanya melakukan berbagai aktifitas. Menurut Koentjaraningrat, pranata sosial mewujudkan aturan main dalam kehidupan manusia.

B.     Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan :
1.      Pranata Sosial 
2.      Organisasi Sosial
3.      Proses Evolusi Sosial
4.      Kelompok Sosial Masyarakat Yang Ada Di Indonesia
5.      Kelompok Sosial masyarakat yang ada di lampung




C.    Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Pranata Sosial 
2.      Organisasi Sosial
3.      Proses Evolusi Sosial
4.      Kelompok Sosial Masyarakat Yang Ada Di Indonesia
5.      Kelompok Sosial masyarakat yang ada di lampung
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pranata Sosial
Pranata merupakan istilah sosiologi yang sering dihubungkan dengan kata sosial. Oleh karena itu dalam pembahasan sosiologi pranata selalu disebut istilah pranata sosial. Pranata sosial berasal dari istilah bahasa inggris intitution. Istilah-istilah lain pranata sosial ialah  lembaga dan bangunan sosial. Walaupun istilah yang digunakan berbeda-beda, tetapi intitution menunjuk pada unsur-unsur yang mengatur perilaku anggota masyarakat.
Pranata juga bersal dari bahasa lain istituere yang berarti mendirikan. Kata bendanya adalah institution yang berarti pendirian. Dalam bahasa Indonesia institutiondiartikan institusi (pranata) dan institut atau lembaga. Institusi adalah sistem norma atau aturan yang ada. Institut adalah wujud nyata dari norma-norma.
Pranata adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu. Pranata termasuk kebutuhan sosial. Seperangkat aturan yang terdapat dalam pranata termasuk kebutuhan sosial yang berpedoman kebudayaan. Pranata merupakan seperangkat aturan, bersifat abstrak. Menurut Koentjaraningrat, istilah pranata dan lembaga sering dikacaukan pengertiannya. Sama halnya dengan istilah institution dengan istilah institute. Padahal kedua istilah itu memiliki makna yang berbeda.
Salah satu gagasan dasar dalam rumpun ilmu-ilmu sosial, khhususnya dalam disiplin antropologi dan sosiologi adalah tentang institusi sosial (social institution), sebagai salah satu aspek statis dalam kehidupan masyarakat. Antropologi lebih menekankan pada aspek kebudayaan, sedangkan sosiologi lebih menekankan pada aspek struktur dan proses sosial.
Selanjutnya pranata itu mengalami konkretisasi dalam struktur masyarakat, dalam bentuk berbagai organisasi sosial sebagai wahana untuk memenuhi kebutuhan hidup secara kolektif dan terencana.

Pranata adalah sistem pola sosial yang tersusun tapi dan bersifat permanen serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang bersifat kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Pranata sosial berasal dari bahasa asing social institutions, itulah sebabnya ada beberapa ahli sosiologi yang mengartikannya sebagai lembaga kemasyarakatan, di antaranya adalah Soerjono Soekanto. Lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai himpunan norma dari berbagai tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, pranata sosial merupakan kumpulan norma (sistem norma) dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Secara umum, pranata sosial mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
a.       Memberikan pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana bersikap dan bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan.
b.      Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
c.       Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian social (social control), yaitu system pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya.
Selain fungsi umum tersebut, pranata sosial memiliki dua fungsi besar, yaitu:
a.       Fungsi manifest (nyata) adalah fungsi pranata sosial yang nyata, tampak, disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi reproduksi yaitu mengatur hubugnan seksual untuk dapat melahirkan keturunan.
b.      Fungsi laten (terselubung) adalah fungsi pranata sosial yang tidak tampak, tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendali sosial dari perilaku menyimpang.


B.     Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Lembaga sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yangg tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak.

Proses Terbentuknya Organisasi Sosial
Pada awalnya organisasi sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan , kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan.
Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga apabila norma tersebut :
1.      Diketahui
2.      Dipahami dan dimengerti
3.      Ditaati
4.      Dihargai
Organisasi sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Organisasi yang tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan istilah asing social institution. Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas- aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut. Namun, pembahasan ini tidak mem- persoalkan makna dan arti istilah-istilah tersebut. Dalam hal ini lebih mengarah pada lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk sekaligus juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma-norma dalam lembaga tersebut. Menurut Robert Mac Iver dan Charles H. Page, mengartikan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat. Sedangkan Leopold von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga dari sudut fungsinya. Menurut mereka, lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai suatu jaringan dari proses- proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola- polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan sekelompoknya.
Selain itu, seorang sosiolog yang bernama Summer melihat lembaga kemasyarakatan dari sudut kebudayaan. Summer meng- artikan lembaga kemasyarakatan sebagai perbuatan, cita-cita, dan sikap perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, keberadaan lembaga sosial mempunyai fungsi bagi kehidupan sosial.
Fungsi-fungsi tersebut antara lain:
a.       Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok.
b.      Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
c.       Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya.
Dengan demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara dan prosedur yang dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, lembaga sosial terdapat dalam setiap masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup.
C.    Proses Evolusi Sosial
Proses evolusi sosial terjadi dengan 3 cara, diantaranya :
1.      Proses Microscopic & Macroscopic dalam Evolusi Sosial
Seorang peneliti melakukan penelitian seolah-olah dekat dengan masyarakat dan kebudayaan yang ditelitinya (microscopic), dan seorang peneliti terkadang merasah seolah-olah jauh jauh dengan hanya memperhatikan hal-hal yang berupbah dari hal yang nampak besar saja perubahannya.
2.      Proses-proses Berulang dalam Evolusi Sosial Budaya
Sebelum tahun 1920 para sarjanawan antropologi hanya mengkaji tentang adat-istiadat yang lazim berlaku dimasyarakat tanpa memperhatikan hal-hal yang tidak biasa (tidak lazim) dilakukan oleh masyarakat suatu daerah tertentu. misalnya saja jika dia sedang meneliti tentang adat pernikahan orang jawa maka dia hanya akan meneliti tentang itu saja tanpa meneliti diluar apa yang ia perlukan. Padahal apa yang dianggap tidak lazim justru dalam masyarakat sering dilakukan berulang (recurrent) oleh masyarakat diseluruh dunia.
3.      Proses Mengarah dalam Evolusi Kebudayaan
Pada abad ke-19 para sarjanawan antropologi menggunakan metode prehistori yang digunakan untuk mempelajari sejarah perkembangan kebudayaan manusia dalam waktu yang panjang dan juga mencoba merekontruksi kembali sejarah perkembangan seluruh umat manusia dalam waktu yang panjang

D.    Kelompok Sosial Masyarakat Yang Ada Di Indonesia
1.      Kelompok Sosial Yang Teratur
a.       In-group dan out-group 
·         In-group adalah kelompok sosial yang individunya mengidentifikasinya dirinya dalam kelompok tersebut. Sifat in-group didasarkan pada faktor simpat dan kedekatan dengan anggotak kelompok. Seperti, dian adalah siswa kelas X-A SMA Harapan Pertiwi, maka yang menjadi in-group Dian adalah kelas X-A. 
·         Out-group adalah kelompok yang diartikan oleh individu sebagai lawan in-groupnya atau kelompok yang ada diluar kelompok dirinya. Seperti, out- qroup bagi Dian adalah kelas selain kelas X-A, seperti kelas X-B atau X-C. 
b.       Kelompok primer dan kelompok sekunder
·         Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal dan langgeng. Misalnya keluarga. 
·         Kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu, dan hubungan antaranggotanya tidak bersifat pribadi sehingga biasanya tidak langgeng. Misalnya tim sepak bola
c.       Paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft)
·         Paguyuban adalah bentuk dari hubungan bersama yang anggota-anggotanya terikat oleh hubungan batin murni yang sifatnya alamiah dan juga kekal. Ciri-ciri paguyuban adalah hubungan akrab, eksklusif (hanya orang tertentu), dan bersifat pribadi. 
·         Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dalam jangka waktu yang pendek. 
d.      Grup formal dan grup informal
·         Grup formal adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur antar sesama. Contohnya: perusahaan, birokrasi, dan negara. 
·         Grup informal adalah kelompok yang tidak mempunyai sturktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman. Contohnya, klik (ikatan kelompok teman terdekat atau perkawanan).  
b.      Membership group dan reference group 
·         Membership group adalah suatu kelompok yang didalanya setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. 
·         Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membetuk kepribadian dan perilakunya. 

2.      Kelompok Sosial Yang Tidak Teratur
a.      Kerumunan (Crowd) 
Kerumunan identik dengan semangat dan keinginan yang menyala-nyala yang cenderung merusak (destruktif). Namun, tidak semua kerumunan menciptakan kerusuhandan kekacauan. Menurut Herbert Blumer (1900-1987), ada empat tipe kerumunan, yaitu sebagai berikut...
·         Kerumunana tidak tetap (causal crowd) adalah kerumunan yang keberadaannya singakat dan terorganiasi longgar. Hal ini bersifat spontan. Contoh, kerumunan orang yang bersama-sama melihat rumah terbakar atau kecelakaan lalu lintas. 
·         Kermunan konvensional (conventional crowd) adalah kerumunan yang terjadi secara terncana yang berperilaku teratur. Contohnya, para penonton sepak bola atau penonton pertunjukan teater. 
·         Kerumunan betindak (acting crowd) adalah kerumunan yang didasari pada permusuhan atau aktivitas destuktif. Contohnya, mob (kemunculan yang secara emoasional dan irasional yang muncul untuk menjalankan aksi penuh destruktif). 
·         Kerumunan ekspresif (expressive crowd) adalah kerumunan yang muncul untuk melampiaskan emosi dan ketegangan. Contohnya, para penonton konser musik rock. 
b.      Publik 
Publik adalah orang-orang yang berkumpul secara alamiah yang memiliki kesamaan kepentingan. Orang-orang yang berkumpul dalam suatu pasar tradisional (pengunjung) memiliki banyak kesamaan, namun masing-masing tidak bertanggung jawab satu sama lainnya

E.     Kelompok Sosial masyarakat yang ada di Lampung
1.      Masyarakat adat lampung sai batin
2.      Masyarakat adat lampung pepadun
3.      Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
4.      Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat
5.      Kelompok Kesenian Kuda Lumping
6.      Komunitas Ontel dan bersepeda
7.      Komunitas kendaraan bermotor seperti club mobil dan motor
8.      Komunitas pecinta burung
9.      Lembaga sosial mayarakat
10.  Partai politik
11.  Paguyuban Puja Kesuma
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pranata merupakan istilah sosiologi yang sering dihubungkan dengan kata sosial. Oleh karena itu dalam pembahasan sosiologi pranata selalu disebut istilah pranata sosial. Pranata sosial berasal dari istilah bahasa inggris intitution. Istilah-istilah lain pranata sosial ialah  lembaga dan bangunan sosial. Walaupun istilah yang digunakan berbeda-beda, tetapi intitution menunjuk pada unsur-unsur yang mengatur perilaku anggota masyarakat.
Pranata adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu. Pranata termasuk kebutuhan sosial. Seperangkat aturan yang terdapat dalam pranata termasuk kebutuhan sosial yang berpedoman kebudayaan. Pranata merupakan seperangkat aturan, bersifat abstrak

B.     Saran
Diharapkan mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang, Pranata Sosial, Organisasi Sosial, Proses Evolusi Sosial, Kelompok Sosial Masyarakat Yang Ada Di Indonesia, Kelompok Sosial masyarakat yang ada di lampung dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA
Abdulwahid, Idat, dkk. 2003. Pranata Sosial Dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.
Hartomo dan Arnicun Aziz. 1990. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kaho, Josef Riwu. 1986. Ilmu Sosial Dasar. Surabaya: Usaha Nasional Surabaya Indonesia.
Cik Hasan Bisri. 2004. Hukum Islam dan Pranata Sosial. Jakarata : PT Raja Grafindo

Share:

Syarat menjadi pemimpin




Syarat Menjadi Pemimpin
Problem solver. Seorang pemimpin dituntut mampu membuat keputusan penting dan mencari jalan keluar dari permasalahan. ...
Besikap positif. ...
Komunikasi, komunikasi! ...
Menjadi inspirasi. ...
Tumbuhkan motivasi. ...
Hubungan baik. ...
Turun gunung.

2 Sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin
1. Berpendirian Teguh
Sebagai pemimpin, Anda harus memiliki pendirian. Jangan mudah terpengaruh oleh orang lain atau keuntungan di depan mata. Seorang pemimpin yang berpendirian teguh akan berjalan sesuai visi tanpa melihat ke kanan atau ke kiri. Anda dapat menghadapi apa pun saat sudah tahu jelas visi dan tujuan Anda.
2. Jujur
Kejujuran Anda hal yang sangat penting dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang baik akan selalu jujur pada anggota tim atau kliennya atas setiap risiko atau keuntungan yang ada. Anda harus mementingkan kepentingan tim dan klien Anda daripada diri Anda sendiri. Berusaha untuk terbuka dalam setiap situasi dan kondisi justru akan mempererat relasi Anda. Kejujuran adalah dasar utama untuk seorang pemimpin.
3. Integritas
Seorang pemimpin harus juga memiliki sifat, mutu atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan dan potensi yang memancarkan kewibawaan. Sehingga akan memajukan diri Anda maupun orang-orang yang Anda pimpin.
4. Proaktif
Pemimpin yang proafktif adalah pemimpin yang berinisiatif tinggi dan bertanggung jawab. Anda sangat mandiri dan selalu berpikir tiga langkah ke depan. Anda akan bekerja keras untuk menguasai bidang Anda dengan tujuan untuk menghindari konflik. Pemimpin proaktif tidak akan mengeluh atas setiap tugas yang diberikan. Bahkan, Anda akan mengerjakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya dan membuahkan hasil yang melebihi ekspektasi.
5. Fleksibel
Sebagai seorang pemimpin, Anda dituntut untuk menjadi kuat sekaligus fleksibel. Pemimpin yang fleksibel adalah pemimpin yang mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun. Bagaimana Anda menangani situasi yang tak terduga atau tidak nyaman akan menentukan tingkat fleksibilitas Anda. Seorang pemimpin fleksibel akan semakin kuat dan cepat menyesuaikan diri dengan keadaan. Semakin sering terjadi perubahan, justru kreativitas mereka semakin diasah.
6. Komunikatif
Seorang pemimpin harus mampu menjaga komunikasi dengan para pegawai atau anggota tim serta kliennya. Anda akan lebih banyak mendengar daripada berbicara dan memperlakukan orang lain dengan hormat. Pemimpin yang komunikatif akan mengerti kebutuhan serta kesusahan orang lain. Pemimpin yang baik akan lebih banyak bertanya, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta memimpin ke arah yang benar.
7. Berpikiran Terbuka
Pemimpin yang berpikiran terbuka akan mempertimbangkan semua pilihan sebelum mengambil keputusan. Anda tidak akan tersinggung akan perkataan orang lain dan justru menerima setiap opini yang muncul demi kenyamanan bersama.
8. Cerdas
Pengetahuan adalah kekuatan Anda! Seorang pemimpin harus memiliki berpengetahuan luas. Anda harus menjadi akses atas kepada setiap informasi yang berhubungan dengan bidang Anda termasuk setiap peraturan dan kondisi perusahaan.
9. Percaya Diri
Seorang pemimpin harus percaya diri! Anda harus dapat meyakinkan bawahan maupun orang lain ketika mereka mengalami kesulitan. Selain itu juga harus mampu memerintah orang lain dan yakin dengan perintah tersebut. Anda harus yakin atas setiap keputusan yang Anda ambil. Karena itu, Anda harus berani untuk mengambil setiap risiko yang ada. Namun, percaya diri harus disertai dengan kerendahan hati. Jangan terlalu antusias sehingga Anda tidak mempertimbangkan segala hal.
10. Antusias
Seorang pemimpin harus memiliki tingkat semangat dan antusiasme yang tinggi dalam pekerjaannya. Jika tidak, bagaimana Anda dapat memotivasi tim Anda untuk mencapai visi atau membuat klien Anda bekerjasama?
11. Teratur
Terlalu sering berubah bukanlah hal yang baik. Jadilah pemimpin yang teratur, baik dalam hal emosional, intelektual, maupun struktural. Anda harus menjaga stabilitas emosi, pemikiran Anda, maupun struktur perusahaan. Tidak hanya keteraturan diri sendiri, Anda juga harus menjaga keteraturan tim Anda. Keteraturan seorang pemimpin dapat terlihat dari hal-hal kecil seperti kondisi rumah, ruang kantor hingga cara kerja tim.
12. Evaluatif
Pemimpin yang evaluatif akan selalu me-review program dan mengevaluasi setiap rencana yang telah dijalankan. Anda tidak akan takut melakukan perubahan jika ada rencana atau program yang berjalan tidak sesuai tujuan atau gagal mencapai target. Semakin sering Anda melakukan evaluasi, Anda akan semakin teliti dan tepercaya.
13. Penuh Penghargaan
Seorang pemimpin akan menghargai kerja keras pegawai atau anggota timnya. Anda akan memberikan reward sebagai hasil kerja keras mereka sekaligus memotivasi mereka untuk mencapai level yang lebih profesional. Seorang pemimpin yang bijak akan mempertimbangkan setiap reward yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pegawainya atau anggota timnya sehingga reward yang diberikan tidak akan sia-sia.
14. Menginspirasi
Seorang pemimpin juga harus menginspirasi. Menginspirasi tindak nyata kepada orang lain. Hal ini akan berdampak positif dan memotivasi bawahan maupun orang lain. Mempengaruhi orang lain memang hal yang sulit tetapi bukan hal yang mustahil.

3 Tujuan harus sama dengan sasaran
Tujuan berarti hal yang ingin dituju. Tujuan dalam industri modern sekarang lebih sebagai kata sifat atau penyemangat. Hal ini dikarenakan tujuan lebih abstrak dibandingkan dengan sasaran. Pendefinisian pada tujuan juga bersifat normatif dan periode waktunya lebih umum. Sehingga tingkat keterukuran dari tujuan lebih tidak terukur. Dan kelompok targetnya pun menjadi tidak spesifik. Karena ke-abstrak-an dari tujuan, maka dibuatlah sasaran yang ingin dicapai. Sasaran adalah tingkat-tingat atau poin-poin untuk mencapai tujuan. Apabila pada tujuan tingkat keabstakannya lebih abstrak, maka pada sasaran tingkat keabstrakannya lebih konkret. Cara pendefinisian pada sasaran pun bersifat operasional dan periode waktunya lebih spesifik. Dan tingkat keterukuran juga kelompok targetnya lebih terukur dan spesifik.

4 Sistem Manajemen
Sistem manajemen adalah suatu totalitas yang terdiri dari subsistem-subsistem dengan atribut-atributnya yang satu sama yang lain saliing berkaitan, saling ketergantungan satu sama lain saling berinteraksi dan saling pengaruh mempengaruhi dalam penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien sehingga mempunyai peranan, sasaran, dan tujuan tertentu.
Sistem-sistem manajemen :
A.    Sistem Manajemen Organisasi
B.     Sistem Pengambilan Keputusan
C.     Sistem Informasi Manajemen
D.    Sistem Nilai dan Budaya Organisasi
E.     Sistem Manajemen tertutup dan terbuka

Sistem manajemen adalah suatu totalitas yang terdiri dari subsistem-subsistem dengan atribut-atributnya yang satu sama yang lain saliing berkaitan, saling ketergantungan satu sama lain saling berinteraksi dan saling pengaruh mempengaruhi dalam penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien sehingga mempunyai peranan, sasaran, dan tujuan tertentu.
Sistem-sistem manajemen :
A.    Sistem Manajemen Organisasi
B.     Sistem Pengambilan Keputusan
C.     Sistem Informasi Manajemen
D.    Sistem Nilai dan Budaya Organisasi
E.     Sistem Manajemen tertutup dan terbuka

 Organizing (Pengorganisasian)
Fungsi kedua dari perputaran sebuah manajemen kepemimpinan adalah fungsi pengorganisasian. Kembali pada inti pembahasan manajemen, sebuah perusahaan adalah sebuah objek yang harus diatur agar mudah dalam pencapaian tujuan yang telah direncanakan di awal.
Fungsi pengorganisasian ini mengatur setiap sumber daya yang diperlukan, baik itu sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya yang terkait untuk tujuan pencapaian target yang diinginkan.
Staffing (Penempatan)
Tidak jauh berbeda dari fungsi pengorganisasian, namun fungsi penempatan di sini lebih menitikberatkan pada proses penempatan dari setiap karyawan pada tempat atau bagian yang tepat sesuai dengan kemampuan.
Tidak hanya mengenai tenaga kerja atau karyawan, tetapi setiap sumber daya yang ada hingga inventarisasi dari setiap peralatan yang mendukung pencapaian tujuan dari organisasi juga menjadi bagian yang perlu diatur dalam proses penempatan ini.
Coordinating (Pengarahan)
Fungsi pengarahan ini tidak lain adalah bertujuan untuk meningkatkan keefisiensian dan keefektifan dari kinerja setiap bagian agar semakin tetap pada kondisi yang optimal.
Selain itu, pengarahan juga berfungsi untuk menciptakan atmosfer atau lingkungan suasana kerja yang dinamis dan sehat.
Controlling (Pengendalian)
Fungsi terakhir dalam sebuah manajemen adalah fungsi pengendalian atau controlling yang memiliki fungsi untuk memberikan penilaian tentang pekerjaan yang dilakukan dan pencapaian target dari sumber daya tertentu.
Penentuan kualitas, peningkatan mutu dan layanan sebuah produk barang/jasa sangat ditentukan oleh fungsi pengendalian atau controlling ini.

Share:

Prinsip Manajemen

Prinsip Manajemen
Pembagian Kerja ( Division Of Labour )
Pembagian kerja dalam suatu badan sangatlah diperlukan untk membedakan seseorang dalam suatu perusahaan apakah ia pemimpin, pelaksanan, staf dan lain sebagainya. Baik buruknya pembagian kerja banyak menentukan berhasil guna dan berdaya guna.
Kekuasaan ( wewenang ) dan Tanggung Jawa ( Authority and Responsibility )
Setiap pejabat/pemimpin dalam suatu badan tertentu harus memiliki kekuasan dan tanggung jawab, kekuasan wewenag ( authority ) ialah hak untuk mengambil keputusan sehubungan tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan yang dikerjakannya.
Disiplin ( Discipline )
Disiplin merupakan sesuatu yang menjadi dasar bagi kekuatasn suatu atau perusahan setiap pihak yang terlibat dalam suatu badan harus ada kedisplinan untuk melakukan suatu pekerjaan menaaati peraturan yang dibuat oleh badan tersebut pimpinan harus dapat member teladan kepada bawahan dengan jalan memenuhi peraturan dan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
Kesatuan Perintah ( Unity of Command )
Untuk memperlancar pencapaian tujuan perlu adanya kesatuan perintah dari atasan kepada bawahan atau seorang pegawai menerima perintah dari seorang atasannya.
Kesatuan Arah ( Unity of Direction )
Dengan prinsip kesatuan arah dimaksudkan seorang kepala dan pegawainya tidak boleh bertentangan antara satu sama lain dalam mencapai suatu tujuan yang secara keseluruhan.
Kepentingan Indivindu Harus Berada Di Bawah Kepentingan
Umum ( Subordinate of Individual Interest General Interest ) prinsip ini dimaksudkan bahwa kepentingan umum atau perusahaan secara keseluruhan harus berada diatas kepentingan pribadi.
Pembayaran Upah Yang Adil ( Remuneration of Personal )
Dalam pemberian upah kepada pegawai harus adil atau tidak berat sebelah ada dasar-dasar objektif dalam menetapkan upah masing-masing pegawai.
Pemusatan ( Centralization )
Suatu wewenang dapat dipusatkan dan dapat didegasikan kepada pejabat-pejabat tertentu untuk memperlancar jalanya suatu perusahaan.
Rantai Skalar Atau Scalar Chain ( Line of Authority )
Dengan prinsip ini dimasudkan bahwa garis wewenag dalam suatu organisasi haruslah jelas.
Tata Tertib ( Order )
Dalam melakukan sautu usaha harus ada ketertiban baik secara material maupun orang-orang sehingga ada aturan yang harus dijalankan.
Keadilan ( Equity )
Agar setiap bawahan setia kepada atasannya maka masing-masing atasan harus mempraktikkan keadilan yakni memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya.
Stabilitas Pegawai ( Stability od Tenure of Personal )
Keberadaan pegawai harus dijaga kestabilannya jangan terlalu sering pergantian pegawai baik karena pemindahan atau pemecatan. Ketidakstabilan pegawai akan menimbulkan pertambahan biaya, baik merekrut, melatih dan juga untuk pengawasan.
Inisiatif ( Initiative )
Setiap orang atau pegawai diberi kesempatan untuk mengungkapkan atau menjalankan inisiatif baik mengenai cara kerja prosedur kerja atau menjalankan rencana baru dalam pekerjaannya.
Jiwa Kesatuan ( Esprits de Corps )
Pada diri setiap pegawai atau manajer perlu ditanamkan jiwa kesatuan atau kesetiaan pada kelompok sehingga dapat bekerja sama pada sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur Manajemen
Human (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
Money (Uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Materials (Bahan)
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan dari sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusia itu sendiri.
Market (Pasar)
Memasarkan produk tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Unsur Terpennting dalam manajemen
Human (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.

Pemimpin adalah 
Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarhkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.Sedangkan Stoner mengemukakan bahwa kepemimpinan manajerial dapat diartikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh kepada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Ada 3 implikasi penting dari pengertian tersebut yaitu pertama, kepemimpinan menyangkut orang lain-bawahan atau pengikut. Disini terdapat unsure kesediaan bawahan untuk menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, Kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang. Disini pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan bawahan, akan tetapi bawahan tidak dapat mengarahkan kegiatan pemimpin. Ketiga, selain dapat memberikan pengarahan kepada bawahan, pemimpin juga dapat mempergunakan pengaruh. Dengan kata lain, pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, akan tetapi juga dapat mempengaruhi bawahan melaksanakan perintahnya.
Fungsi Manajemen
Fungsi Manajemen terdiri atas 4 fungsi utama yang dikenal dengan istilah POAC, yaitu:

1.      Planning (fungsi perencanaan)
2.      Organizing (fungsi pengorganisasian)
3.      Actuating / Directing (pengarahan)
4.      Controlling (pengendalian)
Share:

10 June, 2020

Contoh Latar Belakang KTI Nifas

Masa nifas merupakan masa penting bagi ibu maupun bayi baru lahir.Dalam masa nifas, perubahan besar terjadi dari sisi perubahan fisik,kondisi psikologis ibu. Penting sekali memahami perubahan apa yang secara umum dapat dikatakan normal, sehingga setiap menyimpan dari kondisi abnormal atau patologis (Astuti dkk, 2015).

Periode nifas merupakan masa kritis bagi ibu, diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, yang mana 50% dari kematian ibu tersebut terjadi dalam 34 jam pertama setelah persalinan. Selain itu, masa nifas ini juga merupakan masa kritis bagi bayi, sebab dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir (Marmi, 2011).

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup. Melengkapi hal tersebut, data laporan dari daerah yang diterima Kementrian Kesehatan RI menunjukkan bahwa jumlah ibu yang meninggal karena kehamilan dan persalinan tahun 2013 adalah sebanyak 5019 orang, Penyebab kematian ibu melahirkan menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2010) mencakup tiga faktor utama yaitu perdarahan (28%), eklamsia (34%) dan infeksi (11%). Penyebab terbanyak perdarahan setelah persalinan 50-60% karena keleman atau tidak adanya kontraksi uterus.
Pada umumnya, ibu pasca melahirkan takut melakukan banyak gerakan. Ibu biasanya khawatir gerakan-gerakan yang dilakukannya akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Apabila ibu postpartum melakukan ambulasi dini, hal tersebut dapat memperlancar terjadinya proses involusiuteri. Salah satu aktivitas yang dilakukan para ibu setelah melahirkan adalah senam nifas (Lisni, 2015).

Selama involusi terjadi secara perlahan uterus akan mengalami pengurangan ukuran yang memerlukan kira-kira sampai enam minggu. Kemajuan involusi dapat di ukur dengan mengkaji tinggi dan konsistensi fundud uteri. Fundus dapat meninggu segera setelah persalinan dan pada hari pertama pasca partum, tapi kemudian turun sekitar 1cm atau satu jari setiap hari ( Reeder, Martin & Griffin, 2011. Apabila uterus gagal kembali pada kedaan tidak hamil, maka di sebut dengan subinvolusi. Hal ini merupakan salah satu penyebab komplikasi pada masa postpartum seperti perdarahan dan jika tidak tertangani akan menyebabkan kematian (Lisni, 2015).

Kasus pre eklamsia di Provinsi Lampung sebagaimana tertanda oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pada tahun 2007 dari 2.136 kelahiran terdapat 55 (2,6%) kasus pre eklamsia. Pada tahun 2008 dari sebanyak 3.193 kelahiran terdapat 68 (2,1%) kasus pre eklamsia, sedangkan pada tahun 2010 sebanyak 57 kasus pada tahun 2011 sebanyak 59 kasus pre eklamsia.(Dinkes Kesehatan Provinsi Lampung, Rosmiyati, 2014)
Share:

13 October, 2017

Definition List

Unordered List